Gotong royong adalah jati diri bangsa Indonesia. Ia bukan sekadar nilai normatif dalam teks Pancasila, melainkan praktik sosial yang tumbuh dari pengalaman historis dan kebudayaan Nusantara. Dalam konteks pendidikan, gotong royong bukan hanya materi ajar, tetapi fondasi pembentukan karakter kewargaan. Di era digital abad ke-21, ketika interaksi sosial berpindah ke ruang virtual dan teknologi menjadi ekosistem utama kehidupan, tantangan kita bukan sekadar bagaimana mengajarkan Pancasila, melainkan bagaimana menghidupkannya kembali dalam format yang relevan dengan zaman.
Sebagai akademisi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di tingkat sekolah dasar (PPKn SD), kami meyakini bahwa pendidikan kewargaan harus bertransformasi dari pendekatan kognitif menuju pendekatan reflektif dan partisipatif. Pendidikan bukan hanya transfer konsep, tetapi proses pembentukan kesadaran, tanggung jawab, dan keberanian untuk berpartisipasi dalam kehidupan publik, termasuk di ruang digital. Karena itu, saya terlibat dalam pengembangan ekosistem kolaboratif berbasis nilai melalui berbagai platform terbuka seperti PrismaWarga, DirectCitizen Commons, NusantaraDirect, Mukadimah, dan Niskala AI sebagai media literasi warga di era digital sekaligus sebagai “laboratorium” sosial untuk mempraktikkan gotong royong di era digital.
Melalui pendekatan Value Reflective Pedagogy (VRP-3F) dan Direct Citizen Pedagogy (DCP), kami berupaya membangun pembelajaran yang reflektif terhadap nilai, kontekstual terhadap tantangan zaman, dan adaptif dalam upaya transformasi sosial yang berdampak.
Spirit yang kami usung adalah:
#KebajikanDigitalUntukSemua
#KonektivitasNilaiPancasila
#JagaDigitalBangsa
Kolaborasi digital adalah bentuk baru dari gotong royong. Ia menghadirkan ruang bagi mahasiswa, guru, warga, dan komunitas untuk belajar bersama, berdialog secara argumentatif, dan bergerak dalam aksi sosial-digital yang bermakna. Karena pada akhirnya, Pancasila tidak hidup dalam hafalan, namun ia hidup dalam partisipasi aktif segenap warga negara dan komponen bangsa melalui pembelajaran pendidikan kewargaan yang relevan adalah pendidikan yang mampu menjembatani nilai, teknologi, dan tanggung jawab kolektif.
Mari bersama membangun ruang digital sebagai medium untuk belajar, berkarya, berbagi, bijak, dan berdampak.
Dr. Mujtahidin
Akademisi PPKn SD
Universitas Trunodjoyo Madura
mujtahidin@trunojoyo.ac.id
www.mujtahidin.theentitas.com
www.dinnasir.com
